This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, July 4, 2016

Plaza Senayan



Bandar Sabung Ayam Gosip tentang Plaza Senayan (PS) sebagai salah satu tempat ngumpulnya para TG, ternyata kubuktikan sendiri di bulan Juni ini. Tepatnya tanggal 13 kemarin. Waktu itu aku lagi BT sama kuliah (aku kuliah di Fakultas Kedokteran swasta Jakarta) dan tdk tahu kenapa, aku memilih PS sebagai tempat nongkrongku.

Setelah berputar-putar selama 1 jam, aku mau pulang. Tetapi sore itu Jakarta lagi diguyur hujan besar. Jadi, menurut perkiraanku pasti jalanan macet sekali. Percuma saja kalo kupulang jam 5 kayak gini. Kalo sampainya harus 2 jam. Lebih baik kupulang jam 6, toh ntar sampainya jam segitu juga.

Cerita Ngentot | Akhirnya aku duduk di restchairs, tepat di depan ekskalator Lt. 2, dekat Bodyshop. Selama di situ, aku hanya bengong sambil melihat orang-orang lewat di depanku. Sampai tiba-tiba ada cewek duduk di sebelahku sambil membawa 2 plastic bag besar Metro.

Penampilannya ‘Boljug’, kayaknya sedikit lebih tua dariku. Yah.. kutaksir sekitar 35-an deh. Cukup cantik, cocok jadi Model. Apalagi dengan dandanannya yg natural dan rambutnya yg tergerai indah sedada berwarna kecoklatan.., cakep sekali deh! Bodinya..? Heran bisa ngepas sama wajahnya, seksi banget. Pake Tank top bermotif Macan Tutul, yg kayaknya kekecilan buat dadanya, dan Hipster putih selutut. Buset dah..! Bikin pusing saja.. (aku melihat lewat ekor mata. Tdk mungkin aku melotot langsung, bisa-bisa aku ditabok sama dia..)

Agen Sabung Ayam Aku mikir, kira-kira siapa suaminya ya..? Lagi mikir gitu, eh.. dia nepuk pundakku sambil bertanya,

“Maaf ya, kalo Butik Absolute adanya di mana..?”

Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,

“Oh.., bukan di sini Mbak. Adanya di Jl. Mahakam, di Melawai sana.”
“Oh, saya kira di sini..”

Itulah awal pembicaraan kami, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol ngalur-ngidul. Namanya Marlina, usia 36 tahun (bener kan?), rumah di Jl. HL (masih wilayah Senayan juga dong!), mantan pramugari yg bersuami seorang pilot.

Judi Sabung Ayam Kebetulan suaminya lagi tugas 2 minggu ke Frankfurt, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya sering pergi.

“Kan susah jadinya kalo ditinggal terus.” katanya.

Setelah ngobrol selama 30 menitan, tiba-tiba dia bertanya, apa aku ada mobil dan dapat mengatarkan dia pulang. Soalnya dia malas pakai taxi, apalagi kalau lagi hujan gini. Duitnya bisa abis buat bayar kejebak macet saja. Karena kupikir sekalian aku pulang dan nantinya memang lewat jalan rumahnya, ya.. oke-oke saja. Emang sih, kondisi jalan sore itu parah banget. Heran, se-Jakarta bisa kompakan pulang bareng! Untung ada si mbak, jadi ada temen ngobrol deh!

Judi Sabung Ayam Online Setelah hampir 30 menit bermacet-macetan, akhirnya sampai juga di rumahnya yg lumayan besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja.

“Klakson aja..!” kata Mbak Lina,
“Ntar ada yg bukain koq.”

Benar..! Setelah ku-klason, seorang pembantu wanita tua berpayung membuka pintu pagar.

Sebelumnya, Mbak Lina sudah bilang,

“Kalau ada pembantu saya, ngakunya kamu tukang service komputer, ya..?”

Sabung Ayam Online Karena masih hujan, mobil kumasukkan sampai pas di depan garasinya yg ber-Sunroof.

Sambil berakting layaknya customer, Mbak Lina memperkenalkan aku sebagai montir komputer pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.

“Mari masuk..! Duduk-dudk saja dulu sebentar di dalem. Lalu kamu boleh pulang.” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.
“Terima kasih kamu udah mau nganterin saya pulang.”
“Ah.., nggak apa-apa Mbak. Saya juga kebetulan mau numpang ke kamar mandi.”
“Oh, silakan! Tapi terpaksa yg di lantai atas, nih..! Yg di bawah lagi rusak.”

Dengan membawa belanjaanya, Mbak Lina mengajakku ke atas.

“Yuk ke atas..!” katanya sambil berjalan di depanku.

Sabung Ayam Saat itu baru kuperhatikan. Ternyata CD-nya menyetak habis di Hipster-nya! G-string, man..!Huaa..! si Junior langsung berontak. Baru kali ini aku berhadapan langsung sama cewek pemakai G-string. Sambil berusaha senormal mungkin, aku mengikuti dia dari belakang. Sampai akhirnya tiba di kamar.

“Ayo masuk, jangan malu-malu..! Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.

Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Lina tiba-tiba memegang Handle pintu luar kamar mandi sambil berkata dengan genit,

“Jangan lama-lama ya..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia.

Lagi seru-serunya pipis, mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah benda panjang yg berada di balik botol-botol sabun. Ketika kuambil.., ternyata Dildo..! Tiruan K0ntol yg berwarna coklat muda..! Belum hilang rasa kagetku, sudah datang kejutan lagi.

Karena pintunya tdk kukunci, secara diam-diam Mbak Lina masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget, tiba-tiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Lina meraih tanganku yg lagi memegang Dildo, sedangkan tangan kanannya meremas junior-ku.

“Ini mainan saya, kalau lagi kesepian..” bisiknya tepat di telingaku.

Aku terdiam seperti patung, mungkin karena keenakan.. kali ya.., hehehe.

“Tapi jauh lebih enak kalau pake yg asli..” desahnya.

Aku benar-benar tdk dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.

“Hhh.., jangan Mbak..!” aku berusaha mengingatinya.

Tapi.., “Kenapa..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka ya..?” desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.

sabungayam Akhirnya kupikir, bodo amat deh..!”Mmmbakk.. hh.. dih.. ranjang aja deh.. biar lebih enak..” kataku.

Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir Bed, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yg sudah bodo amat, mendekap tubuhnya yg empuk. Hhmmpp.. benar-benar enak memeluk cewek bohay seperti dia.

Setelah celanaku melorot, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke k0ntolku. Dia mengurut k0ntolku pelan-pelan, wwoowww..! enak banget.

“Kamu tetap berdiri, ya Land.. Jangan rebah..!” pintanya sambil tersenyum manis. Aku mengangguk saja.
“K0ntol kamu.. hh.. kayaknya enak.. hh.. hap..!”

Tiba-tiba dia langsung menghisap k0ntolku, bahkan mengocok-ngocok di mulutnya.

Uihh, rasanya tdk dapat kutuliskan deh..! Enak banget.

“Hhmm.. slurp.. slurp..! Aahh.. slurp.. slurp..!”

Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang k0ntolku ke kiri ke kanan dengan mulutnya, sementara kedua tangannya mengelus-elus pantat dan bijiku.

“Aahh.. jangan kenceng-kenceng, Mbak..!” kataku saat dia menghisap dengan bernafsu.

Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus sampai akhirnya dia seperti kelelahan, tetapi tetap horny.

“Hmm.., k0ntol kamu enak..” katanya sambil menjilat bibirnya yg penuh lendir.

Kelihatan sekali dari sorot matanya yg liar kalau dia sudah sangat horny.

“Udah lama saya nggak ngisap k0ntol seenak ini.”
“Mbak..”
“Jangan panggil saya Mbak..” desisnya sambil mencium bulu kemaluanku,
“Panggil saya Linaa.. aahh.. sstt..”

Kembali dia menjilat bulu kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk seperti lidah ular. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka T-shirt-ku. Aku juga tdk mau kalah, ikutan membuka Hipster dan Tanktop-nya. Dan Payudara itu.. kayaknya 36B, deh..! Nantang banget..!Walau saat itu masih memakai bra, tapi tdk bertahan lama, karena langsung dibuka sama dia. Jadi sekarang hanya sisa CD-nya, yg hanya tali saja.

Aku tdk menunggu lama-lama lagi, langsung ku-‘mamam’ payudara bulat itu. Awalnya yg kiri, dan yg kanan kuremas-remas. Lina mengerang dan menjatuhkan diri ke ranjang.

“Aahh.. sstt, ayyohh.. nenen yg kuat.. Say.. hh.., iisshhaapp putingnya hh.. hh..!”

Aku dengan semangat menghisap sesuai perintahnya. Sesaat kugigit lembut putingnya.

“Aaahh.. ennakk..! Hhh.. kenyot terus.. sstt.. yg.. kuathh.. aahh..!” jeritnya sambil menggelinjang.

Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa Lina. Tangan kananku mulai menjelajah memeknya yg masih tertutup CD. Wah, sudah basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap di antara Labia majora, kerasa sekali beceknya.

Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Lina sadar ada benda asing yg menggesek kemaluannya. Apalagi saat jariku menyentuh klitorisnya, makin kencang goyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di klitorisnya, tdk pindah kemana-mana. cerita sex

Terbukti saat tangannya memegang tanganku yg ada di kemaluannya,

“Jangan.. kemana-mana Say.. hh.. sstt.. gesek itilku.. hh..!” erangnya.

Sekarang ciumanku sudah pindah ke lehernya yg jenjang dan wangi. Memeknya tetap dihibur dengan jariku, sementara tanganku yg lain membelai rambut indahnya.

“Udahh.. cukup maen jarinya.. sst..!” kata Lina.

Lalu dia menelentangkan aku dan dia ada di atasku. Dia langsung menempatkan lubang kemaluannya tepat di depan wajahku dan secara perlahan dia buka CD-nya yg seperti tali itu dengan membuka ikatan di sampingnya. Tercium semerbak wangi memek yg benar-benar membuatku terangsang. Tampak tetesan lendir di lubang memeknya. Benar-benar horny nih cewek..

“Hm.., wangi sekali Lina. Gue suka baunya..”
“Kamu suka bau memekku, Say..?”
“He eh..”
“Kalo gitu, cium deh..!” katanya sambil menurunkan memeknya ke wajahku.
“Ayo cium, Say..! Hhh.. cium.. cium.. dijilat, Say.. hh jilat.. jilat.. JILAATT..!”

Padahal tanpa dikomando lagi aku sudah mau menjilat.

Kuhisap-hisap klitorisnya yg menyembul, kujilat memeknya, perineumnya, anusnya, semuanya. Semua yg ada di sekitar kemaluannya kujilat dan kuhisap.

“Jilaatthh teerruusshh.. Say.. jillaathh.. itilnyaahh.. itilnyaahh.. teerruusshh.. ittill.. itil..” desahnya.

Wajahku benar-benar dijadikan gosokan sama dia. Digosoknya terus kemaluannya di wajahku, kadang berputar-putar bak Lapdancer. Karena bosan di bawah terus, posisinya kuubah. Sekarang Lina di bawah, tapi tetap sambil kujilat memeknya. Dia menggeliat-geliat, kadang menyentak ke belakang saat klit-nya kuhisap atau kujilat. Kadang mengerang, menjerit, melolong, bahkan kadang kepalaku dijepit dengan kedua pahanya yg putih mulus itu.

“Ah.. ah.. ah.. err.. rr.. Aaa.. Uhh.. uuhh..” sampai akhirnya, “Ahh.. hh.. I’m comin’.. Sayyhh.. I’m comin’.. Iihh.. Ihh..”

Kerasa sekali dia mau orgasme, karena badannya mulai mengejang.

“Tapi tdk akan segampang itu, Lina..! Loe bakal gue bikin penasaran..” kataku dalam hati.

Saat dia sudah hampir sampai, dia mulai menjerit-jerit.. dan.. cepat-cepat kuhentikan jilatanku dan cepat-cepat berdiri di samping ranjang. Sambil tersenyum, aku asyik melihat tubuhnya yg seksi sedang menghentak-hentak, menanti kenikmatan. Dipadu dengan suara desahnya, benar-benar tontonan yg tdk ada duanya.

Tdk lama kemudian Lina tersadar kalau orgasmenya tdk akan sampai.

“Ahh.. ahh.. hh.. lho..? Lho..? Koq.. Kenapa brenti..? Kenapa brentii..?” setengah menjerit, lalu celingukan mencariku.

Setelah melihatku ada di sampingnya sambil tersenyum manis, Lina benar-benar geram.

“Kamu.. Kamu.. Bener-bener jahat..!”

Lina menyelipkan jari kirinya ke memeknya, menjaga supaya tetap horny rupanya.

“Roland.., kamu bener-bener jahat..!” jeritnya.

Untung diluar masih hujan besar. Jadi jeritannya tertutup dengan suara hujan.

“Sini..! Kesini..!”

Sambil tertawa kecil aku bukannya memdeketi, tapi malah menjauh. Lina jadi seperti orang penasaran. Dengan meraung seperti macan dia melompat dari ranjang, berusaha menerkamku. Tapi gagal, karena aku berhasil berkelit. Sambil tertawa, aku berusaha menghindar dari sergapannya yg dipenuhi hawa nafsu.

“Jahat..! Jahat..! Jahat..!” jeritnya sambil berusaha mengejarku.

Kami berdua seperti anak kecil yg lagi main kejar-kejaran.

Hingga akhirnya aku pura-pura mengalah dan bersedia ditangkap. Aku langsung duduk di sofa single, di samping ranjangnya. Dan dia menangkapku di situ. Tanpa ba-bi-bu lagi, Lina langsung duduk berhadapan di pahaku. Bulu kemaluannya terasa lembut menyentuh pahaku, sedangkan batang kemaluanku merapat di perutnya.

“Mau lari kemana, hah..? hh..!” katanya sambil menggesek-gesekkan puting susunya ke putingku, rasanya nikmat sekali.
“Orang lagi mau ngecret koq dikerjain.. hh..? Nggak boleh, tau..!” omelnya sambil menatap tajam.

Pura-pura..,

“Ya..deh, gue salah..” kataku.

Lalu kupagut bibirnya yg basah itu. Langsung dibalas dengan ganas. Lina memelukku dengan erat sambil menggesek naik turun kemaluannya ke k0ntolku.

Kemudian dia menghentikan pagutannya, lalu tersenyum licik.

“Buat orang kaya kamu, ada hukumannya.. ss..”
“Apaan..?” tantangku.
“Hukumannya..” Lina meraih batang kejantananku dan langsung dimasukkan ke memeknya,
“Ngentot sampai aku puaass.. hh..!”

Begitu kalimat itu berakhir, Lina langsung menggenjot k0ntolku naik turun.

Aduh, benar-benar memek yg luar biasa. Begitu ketat mencengkeram. Sementara itu, di depan wajahku terpampang payudara besar yg terguncang-guncang. Seakan memohon untuk dihisap.

“Ahh.. uhhh.., k0ntolhh kamuhh.. enak sstt ahh.. sst.. ahh..” desahnya sambil naik turun.

Aku tdk dapat menjawab, soalnya lagi asyik menenen. Tanganku mengelus-elus sekitar pantat sampai belakang memeknya, biar dia benar-benar puas.

“Ah.. ah.. terus..! Jangan berhenti Say..! Aku suka ngentot sama kamu.. hh enak.. Ayoh.. nenen yg kuat.. nenen.. nene.. aahh..!” jeritnya.

Kadang kusentak juga dari bawah, dan Lina senang sekali kalau sudah begitu.

“Sentak lagi.. sentak lagi.. Aaa..! Iya.. iya.. gitu.. lagi..! Lagii..! Itil gue.. itil gue.. Ooohh..!”

Lagi asyik-asyiknya dia menggenjot k0ntolku, tiba-tiba kuberdiri sambil membopongnya. Lalu aku jalan-jalan keliling kamar sambil tetap dia mengocok k0ntolku dengan memeknya yg luar biasa. Sebagai ganti sentakan yg dia suka, aku jalannya kadang seperti orang melompat. Kan jadi sama nyentaknya. Tapi itu tdk dapat lama-lama, karena badannya lumayan berat. Jadi aku balik ke ranjang.

“Kamu di bawah ya, Say..! Aku suka di atas.. ss..” desisnya manja.
“Oche.., buat Lina.. apa aja deh..!” godaku.

Tanpa banyak buang waktu, Lina kembali melanjutkan goyangannya. Kadang goyangnya benar-benar maut, sampai menyentak kepalanya ke belakang. Atau kadang sambil meremas payudaranya, seperti di film-film BF. Atau kalau lagi adem, dia merebahkan kepalanya di dadaku. Sambil mengocok, seperti biasa dia suka sekali berkata kotor.

“Hhmm.., ngentot..! Hmm.., ngentot..! Ahh.. hh.. sstt.. Lina seneng deh kalo lagi ngentot.. hh.. Enak kan, Say..?”
“Enakhh.. banget, Lina..” lenguhku.
“Seneng khaann.. sstt..!”
“Seneng..”
“Lina.. sukka.. k0ntol Roland.. hh..”

5 menit kemudian, aku merasa akan jebol, karena k0ntolku sudah berdenyut. Rupanya Lina juga begitu. Dinding memeknya mulai bergetar dan sudah basah sekali. Genjotannya pun sudah mulai mengganas, seperti saat dia mau orgasme tadi.

“Oohh.. Lina.. gue mau.. keluar..”
“Aku.. juga Say.. Mau ngecret.. hh mau ngecret.. tahan yah.., kita barengan.. ss..!”

Aku berusaha supaya tdk jebol duluan, kutahan mati-maLinan. Lina sudah semakin tegang, makin erat memelukku.

“Auh..! Auh..! I’m comin’ Say..! I’m comin’ Say..! Aadduhh.. K0ntol.. Jembut.. itil.. ah.. ah..!” jeritnya, makin lama makin keras.

Dan, “Terusshh.., terusshh.. don’t stop..! Don’t stop..! Aku.. Aku.. Ak.. iihh.. iihh..”

Dia orgasme sambil menjerit dan menghentak-hentak dengan ganasnya. Saat orgasme, otot memeknya betul-betul tegang dan memerah batang k0ntolku.

“Lina.. Lina.. ahh awas.. gue mau keluar..!”
“Biar..! Biar..! Di dalam aja.. jangan dilepass.. Aaa..!”
“Crot.. crot.. crot..!” spermaku muncrat di dalam memeknya.

Aku tdk dapat berkata apa-apa lagi, hanya bisa menerawang ke langit-langit. Menikmati orgasme. Masih ada beberapa hentakan lagi, sebelum akhirnya Lina terkulai lemas di dadaku. Rambutnya yg indah itu menghampar bebas, langsung kubelai.

“Terima kasih, Land..! Saya udah lama nggak ngerasain yg kayak gini.” dia mendesah.
“Meski kamu jarang ngomong, tapi cara kamu enak banget.”

Aku hanya dapat tersenyum saja.

Kemudian kami ke kamar mandi untuk saling membersihkan diri dan ada sedikit 1 ronde lagi yg kami mainkan di sana dengan cepat. Terus aku siap-siap untuk pulang.

“Nanti kutelepon ke Hp kamu ya..” katanya mengiringi kepulanganku.

Dan.. maaf, aku baru terima SMS dari Lina. Dia minta ketemu besok siang di PS, karena suaminya sudah berangkat tugas lagi. Ketemu di 21 katanya, sambil menemani ‘Nomat’ Enemy at the Gates. Hmm, temuin nggak ya..?

Seorang Wanita Terkesan dengan Sex Hingga Manstrubasi !









Bandar Sabung Ayam Kisah ini terjadi, ketika aku masih di bangku kuliah beberapa tahun yang lalu dan pada akhirnya kuliahku juga berhenti di tengah jalan karena kesibukanku dengan grup band yang aku bentuk.




Pagi itu seperti kebiasaan aku sebelum masuk ruang kuliah, selalu menyempatkan diri untuk menikmati makanan di cafetaria kampus yang suasananya cukup asri dengan keberadaan taman di samping cafetaria kampus itu sendiri. Diantara beberapa mahasiswa yang sedang menikmati makanan, aku sempat terpaku oleh sosok yang sebelumnya belum pernah aku lihat di kampus.




Penampilannya cukup membuatku terpesona, dengan tank top warna merah di padu dengan blue jeans skirt setinggi lutut menjadikan dia juga patut untuk menjadi pusat perhatian semua cowok yang ada di cafetaria. Setelah memesan makanan dan minuman, aku melangkahkan kakiku menuju meja yang ada di luar ruangan cafetaria yang posisinya menghadap langsung ke arah taman kampus.




Pagi itu kebetulan aku seorang diri, nggak seperti hari-hari biasa yang selalu datang bersama teman-teman dekatku yang sekaligus juga teman di grup bandku. Dengan santai aku duduk sambil menikmati segelas coklat hangat dan sepotong pancake nanas kesukaanku.




Di tengah asyiknya aku menikmati makanan, tiba-tiba telah berdiri temanku yang bernama Dina dan seorang yang telah membuatku terpaku sebelumnya.




“Maaf Diet.. Boleh nggak kita gabung duduknya?” tanya Dina sambil tersenyum.

“Oh.. Kamu Din..!” ujarku spontan.

“Boleh-boleh… Lagian aku sendirian kok” sahuntuku meyakinkan.

“Tumben nih cafetari rame, sampai nggak ada satupun meja kosong” Kata Dina menambahkan.

“Kamu juga tumben Diet makan sendirian, biasanya khan sama grup band kamu?” kata Dina lagi.

“Iya nih Din.. Kebetulan ada kelas pagi jadinya aku berangkat lebih awal deh” jelasku sesaat setelah Dina dan temannya duduk.

“Oh iya Diet, kenalin ini anak baru di kampus kita” Dengan ramah Dina memperkenalkan temannya.

“Ananda… Ini Adietya teman kita juga, yang kebetulan juga dia vokalis di grup band di kampus kita ini” Dina memperkenalkan aku kepada Ananda secara panjang lebar.

“Dan dia ini Diet, mahasiswa pindahan dari Jakarta yang mengikuti orangtuanya karena pindah tugas” Jelas Dina kepadaku.

“Namanya Ananda aprilia putri, yang mempunyai hobby dengerin musik juga” sahut Dina lagi.




Yang di perkenalkan cuman tersenyum manis aja. Dengan ramah aku tersenyum kepada Ananda, sambil menyodorkan tanganku.




“Adietya!” kataku pendek.

“Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku.




Tangannya halus banget saat aku menggenggamnya lembut, apalagi di lengannya di tumbuhi bulu-bulu halus yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang mulus.Agen Sabung Ayam




Dari jarak yang lumayan dekat aku bisa menikmati pesona kecantikan Ananda yang begitu menawan, Ananda mempunyai rambut yang cukup tebal dan hitam yang panjangnya di bawah bahunya sedikit. Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. Pandanganku sesaat turun ke arah lehernya yang jenjang dan berakhir di kedua tonjolan di dadanya yang aku taksir ukurannya 36B.




Sampai di sini aku sempat menelan ludah sesaat, betapa ranumnya buah dada Ananda yang menuruntuku begitu menggairahkan kalau di remas nan lembut dan putingnya di jilatin dengan gerakan erotis. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda.




“Sudah dong Diet.. Lepasin tangan Ananda” tegurnya mengingatkan.

“Maaf.. Yah Ananda” kataku polos.Judi Sabung Ayam

“Tangan kamu halus banget sih” kataku menambahkan.

“Tangan atau, kamu yang terpesona oleh kecantikannya” sindir Dina.




Aku hanya tersenyum mendengar Dina mengatakan itu. Sejujurnya aku memang mengagumi pesona Ananda yang kayaknya bakal jadi bunga kampus nantinya.




Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu.




Malam itu Ananda mengenakan gaun warna hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda dengan saat dia ada di kampus. Gaun malam yang panjang dan modelnya sedikit sexy dibagian dadanya membuat Ananda tampil begitu anggun malam itu. Saat itu Ananda belum menyadari kalau yang ada di atas panggung adalah diriku.Judi Sabung Ayam Online




“Selamat datang dan selamat menikmati suguhan musik akustik dari kami, semoga makan malam anda cukup berkesan bersama orang-orang yang anda cintai” Sambutanku kepada semua pengunjung cafe.




Setelah aku menyanyikan beberapa lagu dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari pengunjung malam itu. Dengan mantap, kembali aku menyampaikan pesan khusus.




“Lagu ini akan saya persembahkan buat pengunjung yang ada di meja nomer 5, yaitu Ananda bersama kedua orang tuanya dan semoga makan malamnya berkesan dengan hadirnya lagu ini” sahuntuku spontan.




Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. Dengan sopan aku menganggukan kepala kepada mereka, sambil tersenyum ramah. Ananda sempat terpaku, ketika melihat diriku tersenyum dari atas panggung.




Setelah melewati moment sesaat yang merupakan kejutan dariku. Perlahan aku mulai menyanyikan lagu lembut yang pernah dibawakan oleh Rod stewart” Have I told you lately”. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut.




“Have I told you lately that I love you..” bunyi lirik di awal lagu itu.




Dengan penghayatan aku menyanyikan lagu itu yang secara tidak sengaja terinspirasi oleh kedatangan Ananda di cafe malam itu. Setelah selesai aku menyanyikan lagu itu, bersamaan juga saat aku bersama grupku mendapat kesempatan untuk break di session pertama. Di saat break aku pergunakan waktu yang ada untuk menemui Ananda bersama ke dua orang tuanya.




“Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan.

“Perkenalkan nama saya Adietya, teman Ananda satu kampus” dengan ramah dan sopan aku memperkenalkan diri di hadapan kedua orang tua Ananda.




Yang juga disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Ananda.

Sabung Ayam Online

“Pa, Ma, Ini teman Ananda yang pernah Ananda ceritakan sebelumnya” terang Ananda kemudian.




Dalam hati sempat aku bertanya, apakah yang telah di ceritakan Ananda kepada kedua orang tuanya tentang diriku. Setelah berkenalan dengan kedua orang tuanya dan terlibat obrolan yang panjang, akhirnya aku tahu kalau Ananda adalah anak semata wayang di keluarganya.




Tak mengherankan jika, kalau Ananda mendapatkan kasih sayang secara penuh baik dari papanya dan juga Mamanya. Itu terlihat dari kesehariannya yang riang dan lincah saat dia berada di kampus. Setelah tiba waktu buat aku dan teman-teman untuk main di session kedua, dengan sopan aku berpamitan kepada kedua orangtuanya dan juga Ananda.




Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering aku khayalkan setiap saat di tempat yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Menjelang setengah sebelas, aku menyudahi penampilan malam itu lewat lagu”Cinta Sejati” Milik ari lasso.




Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui Ananda dan kedua orang tuanya. Sesampainya di meja Ananda, dan ngobrol sesaat, kedua orang tuanya berpamitan ingin pulang karena sudah mulai di hinggapi rasa kantuk.




“Pa, Ma, Ananda boleh pulangnya belakangan?” tanya Ananda kepada kedua orang tuanya.

“Ananda masih pingin ngobrol dengan Adiet nih bolehkan?” rajuknya manja.

“Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya.

“Baik Om.. Terima kasih atas kepercayaan yang Om berikan”jawabku kemudian.

“Makasih pa, Ma..” teriaknya sambil mencium pipi Papa dan Mamanya.




Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda.




“Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan.Sabung Ayam

“Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi.

“Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian.




Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. Betapa beruntung aku bisa duduk berduaan di dalam taxi dengan seorang gadis cantik yang begitu banyak di dambakan oleh setiap cowok yang ada di kampus.




“Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku.

“Oh.. Eh”jawabku gugup.

“Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan.

“Maksud kamu?”tanya Ananda lagi.

“Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian.

“Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi.




Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya.




“Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku.




Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya.




“Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian.

“Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi.

“Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi.

“Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu.

“Papa dan Mama sempat memuji, kalau kamu orangnya bisa menghargai seorang wanita” terangnya lagi.




Terharu aku mendengar semua penjelasan dari Ananda yang ternyata selama ini dia bersimpati terhadap diriku. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. Dengan keberanian di tengah keremangan, aku memeluk Ananda mendekat dan mengecup bibirnya yang ranum.




“Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya.




Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku. Tak lama berselang taxi telah sampai di depan sebuah rumah besar yang di halamannya ada sebuah taman dan balai-balai kecil di pojok rumah.sabungayam

Friday, July 1, 2016

Perbedaan Antara Making Love &Having Sex, Pilih Mana?

Bandar Sabung Ayam Anda semua pasti sudah akrab atau mengenal yang namanya having sex dan making love. Having sex dan Making Love(ML) adalah suatu peristiwa sex yang sama, NAMUN berbeda KONTEKS nya. Anak2 muda jaman sekarang, khususnya di Indonesia sering sekali menggunakan istilah ML dalam menjelaskan suatu hubungan intim dengan pasangan, baik bukan pacaran, pacaran, atau menikah.

Apakah keduanya sama? TIDAK!

1. Having sex




Agen Sabung Ayam adalah perbuatan sex(coitus) yang dilakukan oleh kedua lawan jenis/sejenis TETAPI tanpa dasar rasa CINTA melainkan hanya perasaan TERTARIK belaka. Kedua pelaku ini melakukan sex hanya berdasarkan insting birahi. Mau tau kurang lebih rasanya seperti apa? Anda sekalian pasti pernah menonton BLUE FILM? Pernah anda merasa terpuaskan dengan dengan film-film tersebut? Itulah rasanya, puas, nyaman tetapi membuat gelisah. Entah karena perasaan bersalah, ataupun perasaan yang lain.Sabung Ayam Online

2. Making Love




Sabung Ayam adalah suatu peristiwa seksual (coitus) yang dilakukan kedua pasangan DIDASARKAN rasa cinta. Perasaan cinta yang mendasari hubungan mereka berdua akan memberikan suatu sensasi yang luar biasa, dan jauh lebih nikmat dibandingkan dengan having sex. Perpaduan sentuhan kedua lawan jenis yang saling mencintai akan memberikan suatu efek kimiawi pada tubuh kita yang akan sabungayam berdampak memberikan perasaan bahagia, tenang, damai, nyaman, dan luar biasa. Para dokter juga sepakat bahwa SEX karena cinta bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Mau tau rasanya seperti apa? Temukan cinta sejati kalian danMENIKAHLAH! Karena sebagus apa pun BLUE FILM yg kalian tonton, tidak akan bisa menandingi itu semua.

Jadi mulai sekarang, cintailah ML dan jauhilah having sex, demi keselamatan dan kedamaian kita semua :hehe:

Tipe-Tipe Pria yang Gemar Selingkuh


Bandar Sabung Ayam Perselingkuhan bisa terjadi karena banyak alasan. Mulai dari hanya iseng-iseng, menantang adrenalin, rasa bosan hingga yang melibatkan hati dan pikiran. Berbagai alasan itulah yang menjadi dasar untuk mengetahui tipe-tipe peselingkuh. Nah, berikut empat tipe peselingkuh dengan berbagai alasannya.

1. Si Pemburu

Tipe pria ini sangat pintar membaca kelemahan incarannya dan akan masuk di saat yang tepat. Meskipun ia sudah memiliki pasangan, hasratnya untuk menaklukan wanita lain sangat besar. Hal itulah yang membuatnya melakukan perselingkuhan.
Agen Sabung Ayam Ia bisa dengan sangat pintar membuat wanita percaya akan kata-katanya dan memaklumi perselingkuhan yang dilakukannya.

2. Si Penolong

Ia selalu ada saat dibutuhkan dan sangat penolong. Kebaikannya digunakan sebagai senjata untuk menaklukan hati wanita. Bahkan, perselingkuhan yang dilakukannya bisa ditutupi dengan sangat baik oleh sikap baiknya.
Perselingkuhan dianggapnya sebagai salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi “kenakalan” dalam citra dirinya yang selalu baik.

3. Si Korban

Sabung Ayam Online Tipe pria ini memposisikan dirinya sebagai korban untuk membenarkan perselingkuhan yang dilakukannya. Ia akan menceritakan dirinya yang tidak dihormati pasangan atau kehidupan rumah tangganya berantakan untuk menimbulkan empati wanita incarannya.
Alasan apapun sebenarnya tidak dibenarkan untuk melakukan perselingkuhan. Jika dia memang pria setia, dia akan membenahi masalah dalam keluarganya dan bukan malah berhubungan dengan wanita lain. Alasan utama “si korban” ini untuk melakukan perselingkuhan hanyalah untuk mengatasi rasa jenuh, yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik dibandingkan berselingkuh.Sabung Ayam

4. Si Profesional

Perselingkuhan yang dilakukan si profesional tentunya bukan mencari cinta dan banyak sekali tipe pria berselingkuh macam ini. Mereka hanya menginginkan “servis” dan kesenangan sesaat. Citra sangat penting bagi mereka, rumah tangga yang langgeng, anak-anak yang bahagia adalah yang selalu dijaganya. Perselingkuhan dianggapnya seperti hiburan rutin saja dan mereka sangat pintar menutupinya.sabungayam

Bolehkah Suami Cukur Bulu Kemaluan Istri dan Sebaliknya?



Bandar Sabung Ayam Rasulullah mensabdakan bahwa Istihdad (mencukur bulu kemaluan) merupakan salah satu sunnah fitrah.

"Ada lima hal yang termasuk fitrah: khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis". (HR. Bukhari dan Muslim)

Lima manfaat istihdad telah diketahui di zaman modern yakni kebersihan terjaga, terhindar dari bau, sehat, meningkatkan sensitifitas saat berhubungan dan lebih higienis bagi wanita.

Lalu ada pertanyaan, bolehkan istihdad dilakukan oleh suami karena alasan agak sulit menggunting bulu-bulu itu sendiri, agar lebih mesra atau alasan lainnya?




Agen Sabung Ayam Dalam Fathul Bari dijelaskan, bahwa ulama seperti Ad Daudi berdalil dengan hadits ini terkait bolehnya suami memandang aurat istrinya.

Hadits lain yang menjadi pegangan bagi ulama yang membolehkan suami melihat aurat istrinya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

"Jagalah auratmu kecuali dari istrimu". (HR. Tirmidzi dan Abu Daud; hasan)

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, hadits ini menunjukkan bolehnya seorang istri melihat aurat istrinya.

Ibnu Hazm Azh Zhahiri menegaskan, “Boleh bagi suami untuk memandang ‘milik’ istri sebagaimana istri juga boleh memandang ‘milik’ suami. Hal itu tidak dianggap makruh sama sekali.”




Sabung Ayam Online Sayyid Sabiq menjelaskan, menggunting bulu ‘rahasia’ itu disunnahkan setiap pekan. Sedangkan maksimalnya, paling lama seseorang diperbolehkan membiarkan bulu ‘rahasia’ itu selama empat puluh hari. Tidak boleh lebih.

Sebagaimana hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu:

"(Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) memberi tempo kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menggunting bulu kemaluan agar tidak dibiarkan begitu saja lebih dari empat puluh malam". (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Ulasan selengkapnya kllik di sini. (Ism)



Sabung Ayam Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi sabungayam